Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan

I am Content


i Learned i have to be content

I know how to be abased and live humbly in straitened circumstances

and I know also how to enjoy plenty and live in abundance 

I have learned in any circumstances the secret of facing every situation whether well-fed or going 
hungry, 
having a sufficiency and enough to spare or going without and being in want 

I am ready for any thing and equal anything through Him Who infuses inner strength in to me. I am self sufficient in Christ’s sufficiency

(Paul in his letter to Philippians)

- I am in a life learning process. I still learn with ups and downs. like Paul said, some time in plenty situation sometime in hungry, sometime in life full of laugh, sometime full of tears. But through all things, i feel sufficient in Christ's sufficiency - 


If God Wrote You A Letter by Max Lucado


If God Wrote You A Letter - Come Thirsty by Max Lucado


If God wrote you a letter, what would it say? If he penned you a personal note, how would it read? Fortunately, we don't have to guess. Your Maker made His feelings clear. He wants you to know His love, trust his oversight, accept his victory and rely on his energy. We have been reading the letter throughout these messages. Today we come to the end of it. We bring to a close the series Come Thirsty. Just to make sure we get the message, let's read the letter. For if God wrote you a letter, one message would come through loud and clear, He loves you!

Dear Child of Mine,

Are you thirsty? Come and drink. I am one who comforts you. I bought you and complete you. I delight in you and claim you as my own, rejoicing over you as a bridegroom rejoices over his bride. I will never fail you or forsake you.

1RECEIVE MY LOVE
I throw my arms around you, lavish attention on you and guard you like the apple of my eye. I rejoice over you with great gladness. My thoughts of you cannot be counted, they outnumber the grains of sand! Nothing can ever separate you from my love. Death can't, and life can't. The angels can't, and the demons can't. Your fears for today, your worries about tomorrow, and even the powers of hell can't keep my love away.

2You sometimes say, The Lord has deserted us; the Lord has forgotten us.? But, can a mother forget her nursing child? Can she feel no love for a child she has borne? But even if that were possible, I would not forget you! I paid for you with the precious lifeblood of Christ, my sinless, spotless Lamb. No one will snatch you away from me. See, I have written your name on my hand. I call you my friend. Why, the very hairs on your head are all numbered. So don't be afraid; you are valuable to me.

3Give me your burdens, I will take care of you. I know how weak you are; that you are made of dust. Give all your worries and cares to me, for I care about what happens to you.

4TRUST MY OVERSIGHT
Trust in me always, I am the eternal Rock, your Shepherd, the Guardian of your soul. When you go through deep waters and great trouble, I will be with you. When you go through rivers of difficulty, you will not drown! When you walk through the fire of oppression, you will not be burned up; the flames will not consume you.

5So, don't worry. I never tire or sleep. I stand beside you. My angels encamp around you. I hide you in the shelter of my presence. I will go ahead of you directing your steps and delighting in every detail of your life. If you stumble, you will not fall, for I hold you by the hand. I will guide you along the best pathway for your life.

6Wars will break out near and far, but don't panic I have overcome the world. Don't worry about anything; instead, pray about everything. I surround you with a shield of love.

7I will make you fruitful in the land of suffering, trading beauty for ashes, joy for mourning, praise for despair. I live with the low-spirited and spirit crushed. I put new spirit in you and get you on your feet again. Weeping may go on all night, but joy comes with the morning. If I am for you, who can ever be against you?

8ACCEPT MY VICTORY
I know your manifold transgressions and your mighty sins, yet, my grace is sufficient for you. I have cast all your sins behind my back, trampled your sins under my feet and thrown them into the depths of the ocean! Your sins have been washed away, swept away like the morning mists, scattered like the clouds. Oh, return to me, for I have paid the price to set you free.
9Your death is swallowed up in victory. I disarmed the evil rulers and authorities and broke the power of the Devil, who had the power of death. Blessed are those who die in the Lord. Your citizenship is in heaven. Come, inherit the Kingdom prepared for you where I will remove all of your sorrows, and there will be no more death or sorrow or crying or pain.

10RELY ON MY ENERGY You are worried and troubled about many things; trust me with all your heart. I know how to rescue godly people from their trials. My Spirit helps you in your distress. Let me strengthen you with my glorious power. I did not spare my Son but gave him up for you. Won't I give you everything else? March on, dear soul, with courage! Never give up. I will help you. I will uphold you.11
Remember, I am at hand. Come to me when you are weary and carry heavy burdens, and I will give you rest. I delight in you; and I can be trusted to keep my promise. Come and drink the water of life.12

Your Maker, Your Father,
God

1Isaiah 55:1, Isaiah 51:12, 1 Cor. 6:20, Col. 2:10, Isaiah 62:4-5, Hebrews 13:52Deut. 32:10 MSG, Zeph. 3:17, Psalm 139:17-18, Romans 8:35 3Isaiah 49:14-15, 1 Peter 1:19, John 10:28, Isaiah 49:16, Jn. 15:15, Matt. 10:29-31 4Psalm 55:22, Psalm 103:13-14, 1 Peter 5:7 5Isaiah 26:3-4, 1 Peter 2:25, Isaiah 43:26Matt. 6:34, Psalm 121:3, Psalm 34:7, Psalm 31:20, Deut. 31:6, Psalm 37:23-24, Psalm 32:8 7Matt. 24:6, John 16:33, Phil. 4:6, Psalm 5:12 8Gen. 41:52, Isa. 61:1-3, Isa. 57:15, Psalm 30:5, Romans 8:31 9Amos 5:12, 2 Cor. 12:9, Isa. 38:17, Micah 7:19, 1 Cor. 6:11, Isa. 44:22 101 Cor. 15:54, Col. 2:15, Heb. 2:14, Rev. 14:13, Phil. 3:20, Matt. 25:34, Rev. 21:4 11Luke 10:41, Prov. 3:5, 2 Pet. 2:9, Rom. 8:26, Col. 1:11, Rom. 8:32, Judges 5:21, 2 Cor. 4:1, Isa. 41:10 12Phi. 4:5, Matt. 11:28, Psalm 149:4, Heb. 10:23, Rev. 22:17

Date preached: December 7, 2003



Abundance


Akhir akhir ini aku banyak menyadari Tuhan itu Allah yang sangat kaya, sayangnya manusia hanya berhasil menjadikan itu pengetahuan tanpa menghidupinya. Hey, Dia Allah yang sanggup bekerja melebihi apa yang kita pikirkan. Jadi bodoh sekali kalau kekawatiran menjadi kekang kita, menghambat kita menikmati berkat anugerah yang tersedia secara limpahnya. Ratapan 3 mengatakan : “Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya.”

“Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya”

Kenapa dosa? karena satu satunya penghambat untuk bisa merasakan anugerah, kemuliaan, kepuasan yang luar biasa itu cuman satu hal. DOSA!!

Ketika menyadari limpahan yang luar biasa ini, maka kehidupan ini akan sangat sayang kalau tidak dibagikan. Well, what more...if I am sufficient in God in every aspect of my life, what I suppose to think is “HOW TO MAKE OTHER PEOPLE SUFFICIENT”, gimana cara gw bisa jadi saluran berkat buat orang lain supaya kita semua merasa kelimpahan yang sama.

Gw heran kadang dengan diri gw, yang takut ga naik jabatan atau something dan lain hal lain. Padahal tidak sedikitpun dari udara yg gw hirup merupakan usaha gw. Gw lebih kuatir dengan hal - hal lain yang jauh lebih ga penting dari hidup itu sendiri. Ah c’mon...adakah dari satu pembaca yang bisa ngasi jaminan oksigen kehidupan untuk 1 minggu aja...well gw hampir 28 tahun dan Tuhan ngasih itu gratis tis tis. 

Dalam sebuah perenungan gw disadarin, iya ya..untuk sampai pada hari ni aku butuh seluruh hidup yang telah kulewati, dan sayang banget kalau dilalui dengan kuatir, membenci, hal negatif lainnya.  Kehidupan itu sendiri adalah anugerah, anugerah berarti sesuatu yang kita terima cuma - cuma, ga pake usaha...tapi bener-bener karena kebaikan Tuhan. Seperti yang beberapa minggu lalu pendeta gw katakan mendengung melulu “It takes along time, whole your past till you arrive into this day” So celebrate it with thanksgiving.

“It takes along time, whole your past till you arrive into this day”

Ga munafik si, kalau hidup pun sering susah tapi this God’s word really could over come all problems :

“ Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis - habisnya rahmatNya; slalu baru tiap pagi - (TIAP PAGI) besar kesetiaanMu.”

“Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepadaNya, bagi jiwa yang mencari Dia” [masih mau nyari boss’ favor? atau others’ favor, Seek for God’s favor]

“Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan” [surrender]


Dalam hadiratNya di sana kepenuhanku
Namun seringku mencarinya di tempat lain, sehingga kekosongan di batinku semakin menganga
Aku menjadi orang yang hanya memikirkan diri sendiri, melupakan teman dan menjadi sangat egois
Iri hati masuk, membuat rasa syukur lenyap tak bersisa
Dosa semakin mudah mengintip, menjadi bagianku dan mengintimidasi membuatku menjadi tertuduh

Sungguh baik Tuhan, dalam kesetiaanNya di tengah ketidaksetiaanku, pengampunanNya selalu dibukakan bagiku. “Tuhan adalah bagianku kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepadaNya.
Mahkota telah jatuh dari kepala kami wahai kami, karena kami telah berbuat dosa.
Bawalah kami kembali kepadaMu ya Tuhan, maka kami akan kembali, baharuilah hari - hari kami seperti dahulu kala.”

Fokus hidup orang yang mengasihiNya akan semakin berubah, tergambar dari doa, dari how they spend their money, ability, talent, bukan untuk keuntungan diri karena pada dasarnya mereka sudah limpah, but for others, supaya orang lain pun merasakan kelimpahan yg sama. 

Enjoy your life, jangan biarkan sukacita, rasa syukur dicuri oleh kekuatiran atau masalah atau apapun itu. Have a life in abundance.

The thief comes only in order to steal and kill and destroy. I came that they may have and enjoy life, and have it in abundance - John 10 : 10

Note : 
*)All Italic taken from Ratapan 3 & 5 (Old Testament)


A Woman's Prayer


Seorang wanita memohon pada Tuhannya. Wanita itu sudah banyak belajar di waktu lampau tentang cinta tentang harapan tentang hancur, kesetiaan, kejujuran, dan pengorbanan. Di suatu akhir hari dia menuliskan doa, doa sorang puteri pada Bapanya...

“Tuhan, jikalau boleh anakMu meminta maka harapanku hadirkanlah seorang di hidupku...

Seorang yang keindahannya adalah karakternya terbentuk oleh pengenalan akan Engkau, bukan lagi rupa yang terpenting bagiku...

Yang kekayaannya adalah hatinya, bukan kepemilikannya...

Yang setia dan menjunjung tinggi kejujuran, 

Kelembutan hatinya tidak akan sanggup melihat air mataku berderai, dia akan panik jika melihatnya tertumpah

Seorang pemimpin yang mejaga kekudusannya sehingga menjadi teladan untuk anak - anaknya kelak, menciptakan generasi yang berintegritas

Berjalan bukan menggiringku tapi seiring denganku mengerjakan tujuan bersama yang Tuhan taruh dalam hidup kami

Biarlah jadi dalam keindahan waktuMu saja, terimalah permohonanku...AMIN”


SIGN



Bayang bayang kejadian 4 hari lalu terus membekas di kepalaku, sebuah perenungan yang tidak terlupakan hingga kini. Dan kuputuskan untuk menuliskannya di tengah kesibukan kantor selain tulisan tentang Week End itu sendiri.
4 hari yang lalu tepatnya Hari Sabtu (21 April 2012) pukul 00.30, di tengah suasana Week End Alumni semacam Retreat, aku menerima SMS dari rekan yang harus dijemput. Mereka merupakan kloter Week End terakhir pada hari itu. Jam di Blackberry terus melaju menunjukkan pukul 01.30, dan kami HARUS menjemput 2 rekan kami. Mereka terlantar di pinggir jalan dan tidak ada lagi angkutan umum yang dapat membawa mereka menuju lokasi Retreat.
Nekat! Kami pun meluncur, tidak tau arah dan hanya mengandalkan GPS pada sebuah G-Tab. Kami sadar kami berada di tengah hutan yang berada di atas bukit. Malam itu hampir tidak ada cahaya yang menerangi jalan yang kami lalui. Pancaran lampu sorot mobil benar - benar menjadi satu - satunya penerang jalan. Sedikit gugup dan kami banyak berdoa, juga menyetel lagu - lagu rohani yang dapat mengurangi rasa kantuk. Akhirnya setelah beberapa saat kami bertemu tanda larang padahal tidak ada lagi jalan disebelahnya. Akhirnya kami pun memutar, dan berjalan sesuai arah petunjuk. Petunjuk itu sendiri tidak terlalu jelas, dan akan sangat mudah terlalui apabila kami tidak berhati - hati. Kami pun menyesuaikan kecepatan, tidak terlalu lambat tapi juga tidak terlalu cepat. Lalu kami bertemu lagi rambu lain, dan menuntut kami membelok di sebuah tikungan. Perasaan kami, jalan satunya merupakan jalan yang kami lalui waktu datang...tapi akhirnya kami menyerah juga untuk mengikuti rambu, karena kami tidak memiliki apa - apa lagi untuk kami andalkan.
Mobil berbelok di tikungan, dan jalan yang kami lalui agak sempit, banyak liku - likunya...kami menemui peringatan akan jalan menurun, sehingga kami berhati - hati lalu menanjak...ah perjalanannya terasa lama...kami mulai berpikir andai kami mengambil shortcut tadi mungkin tidak selama ini, mulailah kami mengeluh...mengeluh yang sama sekali tidak membuat perjalanan kami lebih singkat. 
Intinya kami berhasil mengangkut teman kami dari pinggir jalan Puncak menuju rumah Retreat yang tenang dan nyaman. Aku sendiri dengan cepatnya merasa lega telah melalui jalan yang rumit itu karena perjalanan pulang terasa lebih menyenangkan beramai - ramai. Sampai keesokan waktu kami pulang dari Retreat.
Siang itu, Retreat telah selesai..kami bersyukur Tuhan banyak berbicara melalui Firman dan Fellowship yang indah, tapi ternyata aku masih diberi satu pelajaran. Siang itu kami memutuskan tidak langsung pulang namun menikmati pemandangan di sekitar hutan Cibodas tempat Retreat kami. Aku terkejut ketika mobil yang sama yang kami pakai malam itu menempuh jalan yang berbeda, yah...jalan dengan tanda larang yang ternyata hanya bisa ditempuh di siang hari. Jalan itu benar - benar indah, dengan jurang di hadapannya...tanpa pagar pembatas sama sekali, tanpa rambu - rambu peringatan dan kuperhatikan tidak ada lampu jalan sama sekali. Bukit - bukit diterpa matahari indah di hadapan kami. Saat itu hatiku langsung mengucap syukur. Malam itu andai kami menempuh jalan ini, maka hari ini mungkin aku tak dapat lagi menuang tulisan ini. Tidak cukup di situ, jalan itu memang lebih singkat menuju pintu keluar, namun tidak untuk ditempuh ketika hari gelap ketika satu - satunya penerang hanyalah cahaya lampu mobil.
Mungkin begitulah kehidupanku, terkadang Tuhan membuat tanda larang yang memaksaku untuk berputar menempuh jalan hidup lain, membuatku melalui jalan yang sempit, menanjak dan menurun, memaksaku melambatkan perjalananku agar aku awas melihat petunjukNya supaya aku terhindar dari bahaya yang mengancam. Sayangnya aku sering mengeluh, padahal jalan yang Dia sediakan merupakan jalan yang enak..toh janji penyertaanNya selalu nyata melalui peringatan - peringatanNya, melalui cahaya yang Dia sediakan. Keluhan - keluhan itu tidak akan mebuat jalan lebih singkat atau lebih mudah. Aku juga belajar bahwa berjalan bersama - sama jauh lebih menyenangkan. Berjalan dengan orang yang tepat membuat keluhan hilang dan malah menikmati setiap proses. Kurasa berakar dalam komunitas yang bertumbuh memang sangat penting mengingatkan kita untuk saling menguatkan dalam perjalanan yang tidak mudah ini.
Perenungan ini sungguh banyak menegurku dan semakin memperkaya pemahamanku hari itu. Thank You LORD. 
*Mungkin hari itu adalah hadiah Ulang Tahunku, 21 April..hari kelahiran baruku, mendapati pengalaman luar biasa melalui Week End bersama komunitas yang bertumbuh dan pengalaman yang kutulis di atas*

KONSEKUENSI Sebuah KEPUTUSAN

“Hidup hari ini adalah konsekuensi dari keputusan di hari kemaren” 


Dalam perjalanan waktu, seseorang akan semakin mencapai kedewasaan dan berjalan dengan tiap keputusan hidup yang dimbil. Keputusan hidup saat ini akan sangat mempengaruhi langkah kemudian. Mulai dari keputusan yang terkecil hingga yang terbesar. 
Keputusan untuk memilih makanan misalnya..ketika seseorang lebih menyukai fast food daripada makanan sehat, maka keputusan tersebut akan sangat mempengaruhi kondisi vitalitas tubuh. Bahkan keputusan memilih minyak goreng yang benar sebagai awal dari pembuatan makanan akan sangat mempengaruhi kualitas makanan yang dihasilkan.
KUALITAS kehidupan yang kita jalani saat ini adalah dampak dari pilihan langkah yang kita buat kemaren. Tiap hari kita akan berjalan bersama konsekuensi di lini waktu. Sekali melangkah maka tidak akan dapat kembali, kecuali memperbaikinya di langkah berikutnya. Dan memperbaiki kesalahan berarti mengambil sebagian waktu yang seharusnya dapat kita pergunakan untuk hal lain.
Saya ingat keputusan saya untuk bersekolah di sekolah teknik yang rata - rata siswanya adalah pria, membawa saya bekerja di perusahaan IT hingga saat ini. Saya rasa itulah awalnya. Keputusan saya untuk menjaga jarak dengan teman - teman Band waktu itu menjaga saya untuk tidak terjerumus pada pergaulan yang menyesatkan. Dan masih banyak keputusan lainnya. 
Pada siapa kita taat hari demi hari, akan membawa kita pada kepenuhan atau kekosongan
Dengan cara bagaimana khta memutuskan menghabiskan waktu hari ini akan menentukan siapa diri kita di masa depan.
Dengan siapa kita bergaul dan bersahabat hari ini, akan menentukan kebiasaan dan karakter kita di masa depan
Bagaimana cara kita bergaul akan menentukan berapa manusia yang akan datang di hari pemakaman kita
Apa yang kita baca, tonton dan dengarkan hari ini, akan menjadi perspektif yang melekat dalam pikiran kita
Apa yang menjadi dasar kita dalam bekerja akan menentukan dampak pekerjaan dan nilai kita
Apa makna uang dan bagaimana cara kita mempergunakannya akan menentukan kemana arah hati kita
Hidup yang hidup, hidup yang memiliki tujuan, hidup yang antusias, hidup yang berdampak bagi orang lain, atau hidup yang sebnarnya mati, hidup tanpa arah, hidup yang lesu, hidup untuk diri sendiri? Pilihan itu pada kita, tiap waktu tiap saat di tiap tempat.  Berhati - hati dan berjaga jaga pada setiap keputusan terutama keputusan besar. Manusia dapat berubah drastis menjadi lebih baik atau bahkan buruk karena keputusan yang dibuat. Buatlah keputusan yang berpengharapan, keputusan yang dipimpin oleh ketaatan, keputusan untuk bahagia, keputusan untuk menang atas dosa dll.

"Tuhan membuat kita menjadi mahkluk dengan kehendak bebas untuk memilih dan memutuskan sejak Ia menciptakan kita"



Ada hal - hal yang tidak dapat kita pilih seperti dimana kita lahir, siapa yang menjadi anggota keluarga kita. Tapi hidup dengan pilihan jauh lebih banyak. Tuhan membuat kita menjadi mahkluk dengan kehendak bebas untuk memilih dan memutuskan sejak Ia menciptakan kita. Biarlah kebijakan Ilahi itu diberi dalam mengambil setiap keputusan, keputusan untuk taat, keputusan menentukan sikap hati, keputusan untuk menang atas dosa tiap hari, keputusan dalam berespon pada tiap situasi, keputusan berpendapat, keputusan memilih dengan siapa kita bergaul, pada kepercayaan kita letakkan, keputusan dimana kita terpanggil, keputusan untuk siapa kita melayani, pada siapa kita berkomitmen, dan keputusan - keputusan lainnya.
Berbahagialah mereka yang hidupnya dipimpin oleh ‘Terang’ dalam mengambil keputusan sehingga hari ini mereka menjalani konsekuensi yang indah.

Masih Ada Waktukah Memandang Salib Kembali? - Perenungan masa Pra-Paskah -


Passion_of_the_Christ_by_SaviourMachine.jpg

Alarm berbunyi kencang sekali pagi itu, jam 05.00 pagi? ah bukan sudah beranjak 10 menit..aku beranjak tergesa ke kulkas mengambil setiap bahan makanan yang harus kupersiapkan untuk makan pagi dan untuk bekal siang tentunya. Bekal khusus karena niatku untuk menurunkan berat badan. Butuh 40 menitan untuk mempersiapkan segalanya. Berikutnya kutarik handuk yang menggantung, mandi secepatnya 10 menit cukup, toh rambutku belum terlihat lepek kok, dan semua kegilaan itu berakhir tepat di pukul 06.00. Mengenakan handuk melekat di badan, kutarik Alkitabku ku berseru “Tuhan hari ini aku tak bisa berlama - lama, aku bangun telat pagi ini..mengertilah ya”...
Kuselesaikan doa pagiku, dan secepatnya berbenah..ah dandan nanti saja di kantor yang penting tangan menyentuh mesin yang menjadi musuh harianku sebelum pukul 07.30. 
Fiuhh...sangat lega bila tiba di kantor lebih awal, yang kupikirkan bukannya bersyukur tiba dengan selamat tapi memaki mesin sialan yang selalu membuat jantungku hampir melompat. Hampir tiap hari aku mencuri waktu untuk dandan agar terlihat profesional, setelahnya kubuka agenda hari itu, dan aku berdoa supaya apapun yang kukerjakan berhasil. Aku berkali kali meminta keberhasilan dari Dia..aku marah bila hasil yang kudapatkan tidak sesuai dengan kerja kerasku, ak mengadu padaNya bila disakiti teman kerjaku...
Oh iya satu lagi, dalam keseharianku BB tidak pernah lekang dan lepas dari tanganku, aku lebih sering melakukan update ke twitter dibanding pada Tuhan. Mengambil perhatian di lini massa itu jauh lebih menyenangkan, bahkan hingga malam menjelang menggantikan waktu - waktu doaku..lini massa terus menyedot perhatianku lewat notifikasi mereka.
Malam itu dalam perjalanan pulang ke kost, ada suara lembut yang menyentuh hatiku..suara yang hampir tak terdengar karena suara kernek dan metromini 640 yang sangat keras. Suara itu kuabaikan, dan kuganti dengan suara MP3 ku..sambil menenangkan pikiran yang jauh lebih ribut dari seluruh aktivitas pada hari itu. Lalu lagu ini terdengar :
On a hill far away, stood an old rugged Cross
The emblem of suff'ring and shame
And I love that old Cross where the dearest and best
For a world of lost sinners was slain
Oh, that old rugged Cross so despised by the world
Has a wondrous attraction for me
For the dear Lamb of God, left his Glory above
To bear it to dark Calvary
In the old rugged Cross, stain'd with blood so divine
A wondrous beauty I see
For the dear Lamb of God, left his Glory above
To pardon and sanctify me
To the old rugged Cross, I will ever be true
Its shame and reproach gladly bear
Then He'll call me some day to my home far away
Where his glory forever I'll share
So I'll cherish the old rugged Cross
Till my trophies at last I lay down
I will cling to the old rugged Cross
And exchange it some day for a crown
Pikiranku sangat ramai dengan pengertianku sendiri, dengan target dan seluruh scheduleku...dengan perasaan, emosi yang tidak menentu bercampur aduk. Aku coba berkonsentrasi mendengar suara itu. Aku diingatkan bahwa sebentar lagi Paskah, waktu dimana karya keselamatan Tuhan kukenang, waktu yang juga adalah pertobatan pertamaku di tahun 2000, waktu dimana Tuhan juga megambil ayah terkasi. Diam.
Perlahan aku dapat mendengar suara teduh itu, suara yang lama kuabaikan. Suara yang sangat lembut dan menenangkan. Batinku terasa sedih luar biasa, entah mengapa kesedihan yang luar biasa menghinggapiku. 
Lalu,
Ke sana kulayangkan pandanganku,
pada sebuah salib kasar dan hina
pada suatu keputusan yang tidak adil
pada jalan berdarah yang Ia lalui 
pada pengingkaran diri yang Ia hadapi 
serasa tatapanNya ke arahku, melihat dengan sebuah harapan
serasa darahNya mengalir ke bawah menyentuh kakiku
serasa keringat oleh lelah takut yang mengalir di tubuhNya terciprat dan tercium
Malam itu kuputuskan berdiam, mengakui betapa kasihku semakin menghambar pada Tuhan. Ketika yang kukejar bukan lagi kasih ataupun karuniaNya. Setiap pikiran tentang aku dan diriku kucampakkan bak sampah, sampah sungguh sampahlah semua yang kupikirkan dan kukejar hingga aku meninggalkan kepekaan, kasih yang dapat memuaskanku.
Dalam minggu menyambut Paskah ini, semoga suara itu pun engkau dengarkan teman. Suara itu akan sangat sulit untuk terdengar
bila tidak ada waktu yang disediakan...
bila tidak ada masa berhenti sejenak...
masa menahan lapar sejenak...
masa meninggalkan seluruh ‘sampah’ kehidupan sejenak.
Tinggalkan yang lain untuk tinggal menikmati waktu - waktu ini bersamaNya. Tinggal untuk mengenang kembali karya penebus, melihat kembali pada salib kasar lambang keselamatan. Jangan ijinkan rasa nyaman pada kasur guling dan nikmat suhu udara hari ini membuyarkan fokus pada salib, karena disanalah kehidupan kita dimulai dan kesana juga mata ini harusnya tertuju selama kaki masih melangkah di jalan kehidupan
“Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” (Fil 3 : 8 & 10)
Sejenak.. berhenti dan berdiam mengenang kembali karya keselamatan yang sudah Tuhan berikan.